Monday, 22 August 2016

Ikan Cupang Hias Kontes

Sesuai dengan namanya, cupang hias yang bernama latin Betta splendens ini diikutkan pada setiap kontes. Pada dasarnya, cupang hias ini merupakan hasil persilangan beberapa spesies cupang alam. Anak cupang hasil persilangan tersebut disilangkan kembali sehingga didapatkan strain-strain cupang dengan warna tubuh bervariasi serta bentuk sirip yang menawan.

Oleh sebab digunakan untuk kontes, terdapat beberapa kategori cupang hias yang dikelompokkan berdasarkan tipe siripnya. Berikut beberapa jenis ikan cupang hias yang popular di kalangan peternak dan penggemar cupang hias.

Comb tail (sisir; serit tunggal)

Comb tail atau cupang sisir merupakan sebutan untuk cupang yang memiliki sirip berbentuk sisir. Cupang ini pun biasa disebut dengan julukan cupang serit. Cupang sisir mempunyai serit yang sangat kecil di ujung ray (sungut) sehingga terlihat bergerigi dan disebut juga dengan serit tunggal.
Oleh International Betta Congress (IBC), comb tail disebut juga sebagai fringe finned betta. Hanya saja, IBC tidak memasukkan comb tail sebagai bagian dari crown tail yang digunakan untuk menyebutkan cupang berserit dua atau lebih. Cupang serit tunggal tetapdisebut comb tail meskipun siripnya panjang dengan tambahan nama extended di belakangnya. Cupang serit dikatakan crown tail jika memiliki 2 tulang serit yang memanjang.

Crown tail (serit ganda)

Crown tail merupakan cupang hias silangan asli Indonesia. Bentuk sirip cupang ini sangat khas, yaitu tulangnya ekornya terlihat panjang dan kuat. Sekilas, sirip tipe ini terlihat seperti layar yang sobek.
Awal pertama kemunculan cupang serit terjadi pada tahun 1998 dan menjadi booming pada tahun 2000. Di awal kemunculannya, banyak pihak yang skeptis karena tipe tersebut relatif baru dan dianggap sebagai penyimpangan semata. Oleh sebab itu, cupang serit dijadikan sebagai “warga kelas dua” dalam dunia kontes ikan cupang. Seiring berjalannya waktu, banyak peternak yang tergila-gila untuk memperbanyak cupang serit. Akhirnya, keberadaan cupang serit pun diakui oleh International Betta Congress (IBC).

Seekor cupang dikatakan termasuk dalam jenis crown tail jika memiliki dua atau lebih tulang serit. Dewasa ini, perkembangan cupang serit sudah semakin jauh. Hal tersebut terlihat dari jumlah tulang serit yang tidak hanya dua, tetapi empat (double-double ray) dan delapan.

Tidak hanya berdasarkan jumlah tulang serit, perbedaan juga ditunjukkan dengan adanya selaput di antara tulang serit. Oleh sebab itu, crown tail dibagi menjadi dua, yaitu tipe balon dan tipe balok. Tipe balon ditunjukkan dengan adanya selaput lebar di antara tulang serit. Ada atau tidaknya selaput ini baru dapat diketahui ketika cupang telah dewasa. Sementara tipe balok dicirikan dengan tulang serit kasar yang tidak memiliki selaput.

Dunia crown tail semakin semarak dengan hadirnya cupang dengan serit menyilang yang mendapat julukan king crown tail. Berbeda dengan cupang serit lainnya, king crown tail memiliki pasangan tulang serit yang menyilang sehingga ujung tulang serit bertemu dengan ujung tulang pasangan serit lainnya. Dengan begitu, tak berlebihan jika cupang ini mendapat julukan sebagai rajanya cupang berekor mahkota. Namun, munculnya king crown tail baru diduga sebagai kelainan genetik semata. Hal tersebut terbukti dari king crown tail yang diternakkan tidak menurunkan keturunan yang serupa. Oleh sebab kelangkaannya tersebut, cupang ini banyak dijadikan maskot oleh peternak dan penggemar cupang.

Halfmoon (separuh bulan)

Pada awalnya, halfmoon merupakan cupang hasil silangan peternak cupang di Amerika Serikat. Cupang yang dihasilkan ini memiliki sirip yang lebar dan bentuk sirip ekornya menyerupai setengah lingkaran, yaitu 180o. Selain bentuk siripnya yang indah, gerakan yang anggun dari halfmoon menjadi daya pikat tersendiri.

Selanjutnya, cupang tersebut dikembangbiakkan di Perancis. Seperti halnya cupang serit, masyarakat kontes cupang internasional IBC masih belum dapat mengakui kehadiran ikan cupang ini. Kebanyakan juri masih belum dapat memberikan kemenangan terhadap halfmoon, meskipun memiliki segudang keistimewaan. Halfmoon pun menjadi “warga kelas dua”.

Berbeda penerimaan IBC, berbeda pula penerimaan masyarakat secara individual. Sejak dipertontonkan pada konvensi konvensi IBC di Alabama, banyak peternak cupang yang menaruh perhatian besar. Hal ini ditunjukkan dengan menyebarnya halfmoon ke kawasan eropa lainnya, misalnya Switzerland. Selanjutnya, setelah berusaha keras membuat galur murni halfmoon, para peternak dari Amerika Serikat, Perancis, dan Swiss itu pun membentuk organisasi baru yang bernama International Betta Splendens Club untuk mewadahi kontes cupang halfmoon dari berbagai belahan dunia.

Hingga kini, halfmoon tersebar dengan baik ke Asia Tenggara sejak para peternak dari Thailand turun tangan dalam mengembangkannya. Di habitat tropis Thailand, ikan cupang ini pun berkembang pesat dan banyak diternakkan karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Double tail (cagak)

Sebutan double tail (cagak) diberikan pada ikan yang memiliki sirip ekor sebanyak dua buah. Akibatnya, ikan ini seperti memiliki sirip ekor yang terbelah sehingga disebut juga dengan istilah “fin split”. Setiap sirip ekor (belahan) tersebut memiliki ukuran yang sama besar dan sama lebar. Diduga, cupang cagak merupakan mutan dari halfmoon yang memiliki satu sirip ekor (single tail). 


Selain memiliki keistimewaan berupa sirip ekor yang terbelah, keistimewaan lain dari cupang ini yaitu memiliki pangkal sirip punggung dan sirip anal yang sama panjang. Cupang cagak yang baik tidak memiliki celah atau spasi di antara ketiga siripnya (anal, kaudal, dan dorsal). Jika mengembang sempurna, keseluruhan sirip tersebut akan membentuk satu kesatuan berupa lingkaran utuh yang simetris.

Pengembangan cupang cagak ini masih relatif jarang ditemukan. Hal tersebut disebabkan rendahnya tingkat keberhasilan menghasilkan cupang cagak yang sempurna. Oleh sebab itu, kelas double tail tidak selalu diselenggrakan oleh panitia kontes karena keterbatasan jumlah peserta.

Plakat (ekor pendek)

Berbeda dengan jenis-jenis sebelumnya, cupang plakat memiliki sirip ekor yang pendek. Asal-usul cupang ini berasal dari cupang alam dan cupang aduan. Namun, jenis ikan cupang ini sengaja dikembangkan khusus untuk kontes hias yang terfokus pada keindahan warna dan bentuk sisiknya. Nama plakat sendiri berasal dari bahasa Thai, yaitu “plakad”, yang digunakan untuk menyebut cupang aduan. Dalam dunia percupangan, nama plakat digunakan untuk membedakan cupang dengan ekor pendek yang digunakan untuk kontes dan cupang yang digunakan untuk aduan.

Dalam perkembangannya, cupang plakat pun di kawinkan dengan jenis cupang lain seperti halfmoon dan double tail. Hasilnya, diperoleh cupang plakat dengan bentuk sirip yang bervariasi. Perkawinan cupang plakat dan halfmoon menghasilkan cupang plakat dengan ekor pendek membundar (setengah lingkaran) dengan sokongan lebih banyak tulang ekor. Berbeda dengan cupang plakat biasa (tradisional) yang hanya disokong oleh dua tulang ekor. Adapun silangan plakat dengan double tail menghasilkan cupang plakat yang memiliki sirip punggung yang tinggi dan lebar.

Oleh sebab keindahannya, cupang plakat simetris hasil perkawinan antara plakat dan double tail dikelompokkan dalam kelas tersendiri oleh International Betta Congress (IBC). Dengan begitu, kelasnya berbeda dengan kelas plakat halfmoon dan plakat biasa.

Selain ketiga jenis plakat tersebut, terdapat satu kelas khusus yaitu kelas plakat raksasa. Pengembangan plakat raksasa ini dilakukan dengan melakukan perkawinan antara plakat dengan cupang alam yang panjang tubuhnya mencapai 10—12 cm. Pengembangan plakat raksasa juga disinyalir menggunakan hormon pertumbuhan yang dicampurkan dalam pakan.

Dan masih banyak lagi jenis jenis ikan cupang hasil silangan dari berbagai jenis cupang.

Mengenal Crown Tail Betta Fish

Ikan cupang serit
Ikan cupang serit merupakan jenis ikan cupang yang berasal dari Indonesia. Jenis ikan cupang ini merupakan hasil dari perkawinan silang yang dilakukan oleh breeder Indonesia. Namun, informasi mengenai siapa yang melakukan persilangan masih simpang siur.

Dari beberapa sumber yang valid, ikan cupang serit pertama kali lahir dari hasil persilangan yang dilakukan oleh Ahmad Yusuf atau Bang Yus. Namun, ekor ikan cupang serit milik Bang Yus masih seperti gir dan sobekannya masih belum teratur. Sehingga, beberapa ikan cupang serit milik Bang Yus nasibnya sangat tragis. Ikan serit ini menjadi bahan tertawaan para peserta kontes ikan cupang yang diadakan di Bali. Mereka menganggap ikan cupang ini produk gagal atau apkir. Bahkan, beberapa orang menyebut bahwa Bang Yus kurang kerjaan.

Meskipun tahap pertama respon para pecinta ikan cupang negatif, Bang Yus masih belum menyerah untuk mengembangkan ikan cupang serit ini. Akhirnya, ikan cupang serit ini dikembangkan bersama-sama dengan temannya yang berada di Slipi, Jakarta dan menghasilkan ikan cupang serit yang lebih baik yakni bentuk seritnya sudah terlihat, namun bentuk seritnya masih serit tunggal dan masih berantakan. hal ini ternyata disebabkan media yang digunakan oleh para breeder di Slipi masih menggunakan botol.

Seorang breeder yang bernama Subur Juliani alias Koh Asiung mencoba mengembangkan ikan cupang ini di dalam akuarium. Hasilnya adalah terdapat perubahan yang signifikan di bagian ekornya. Bentuk pecahan ekornya semakin rapih dan seritnya semakin dalam. Akhirnya, peminat ikan cupang serit bertambah dan ikan cupang serit ini menjadi sangat popeler ketika seorang yang bernama Henry Gunawan memposting ikan cupang serit yang diberi nama Crowntail di forum cupang hias. Pemberian nama tersebut dikarenakan ekor cupang serit mirip dengan mahkota.

Jenis Ikan Cupang Serit

Ikan cupang serit saat ini menjadi primadona di kalangan para pecinta ikan cupang. Oleh karena itu, banyak breeder yang berusaha untuk mengembangkan jenis atau varian ikan cupang serit ini dan saat ini sudah terdapat beberapa jenis ikan cupang serit. Berikut beberapa jenis ikan cupang serit yang populer di Indonesia.

Ikan Cupang Serit Tunggal

Ikan cupang serit tunggal merupakan ikan cupang serit yang pertama kali muncul. Ikan cupang ini memiliki satu serit dan saat ini sudah jarang ditemui atau sudah langka karena jenis ikan cupang serit lainnya lebih populer.

Ikan Cupang Serit Dua atau Double Ray Crowntail

Ikan cupang serit dua atau Double Ray Crowntailmerupakan jenis ikan cupang serit yang sangat populer dikalangan pecinta ikan cupang saat ini. Ikan cupang jenis ini sangat mudah kita temui, baik sebagai ikan cupang peliharaan maupun ikan cupang aduan. Ikan cupang Double Ray Crowntail memiliki bentuk ray seperti huruf V dan ada juga yang seperti balok.

Ikan Cupang Serit Empat atau Double Double Ray (DDR)

Ikan Cupang Serit Empat atau Double Double Ray (DDR) merupakan jenis ikan serit yang mempunyai empat serit. Biasanya ikan cupang serit seringkali seritnya pecah di ujungnya. Jika pecahannya ngacak menjadi tiga atau empat, maka ikan serit ini disebut Random Ray alias Dji Sam soem. Namun, jika pecahnya tara dan teratur menjadi empat, maka ikan cupang serit ini disebut serit empat atau DDR (double double ray).

Ikan Cupang Serit Delapan atau Double Double Double Ray (DDDR)

Ikan cupang serit delapan merupakan jenis ikan cupang serit yang mempunyai delapan serit yang semua seritnya rata.

Serit Balon

Serit balon adalah jenis ikan cupang serit yang memiliki selaput ekor yang lebih antar spasi ray. Sehingga, ikan cupang serit jenis ini akan terlihat menggelembung-gelembung menyerupai balon jika sedang berenang.

Ikan Cupang King Crowntail

Ikan Cupang King Crowntail sebenarnya mirip dengan ikan cupang serit dua atau double ray. Hal yang membedakan dari keduanya adalah ikan cupang serit King Crowntail memiliki serit yang melengkung dan saling menyilang, sedangkan ikan cupang Crowntail seritnya tidak menyilang.

Ikan Cupang Cross Ray

Ikan cupang Cross Ray merupakan salah satu jenis ikan cupang yang memiliki bentuk ray seperti Ikan Cupang King Crowntail. Hal yang membedakan adalah Ikan Cupang Cross Ray memiliki serit yang saling menyilang, namun tida melengkung. Sedangkan, ikan cupang King Crowntail memiliki serit yang saling menyilang dan melengkung.

Mengenal Plakat Betta Fish

Ikan Cupang Plakat
Dunia ikan cupang saat ini semakin menarik dengan hadirnya jenis ikan cupang Plakat. Awalnya, ikan cupang hanya didominasi dengan ikan aduan. Namun, seiring perjalanan waktu, banyak orang yang tertarik menjadikan ikan cupang sebagai ikan hias. Oleh karena itu, para breeder berusaha mengawinkan ikan cupang dengan jenis ikan cupang lainnya yang bertujuan untuk menghasilkan ikan yang mempunyai tampilan menarik. Jerih payah para breeder untuk mencetak ikan cupang hias berhasil dengan munculnya ikan cupang yang mempunyai corak warna bervariasi. Ikan cupang tersebut berasal dari Thailand, seperti ikan cupang Serit dan Halfmoon. Sekarang, muncul jenis ikan cupang baru yang semakin menarik, yaitu ikan cupang Plakat.

Ikan cupang Plakat merupakan jenis ikan cupang hias yang memiliki ekor pendek atau biasa di sebut ikan cupang ekor pendek. Nama “Plakat” berasal dari bahagas Thai, yakni “Plakad” yang mempunyai arti ikan aduan. Di Thailand, istilah Plakat digunakan untuk menyebut ikan cupang aduan ekor pendek. Ikan ini memiliki penampilan yang sangat menarik, sehingga mudah diterima oleh para pecinta ikan cupang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Ikan cupang Plakat pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2000-an. Sebelumnya, ikan cupang yang hadir di Indonesia didominasi oleh ikan cupang Serit dan Halfmoon. Ikan cupang Plakat ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh Henry Gunawan, Hermanus & Joty Atmadjaja. Ikan ini diperkenalkan di Indonesia dengan tujuan untuk melawan boomingnya ikan Louhan. Semenjak itu, ikan ini semakin dikenal dan diminati oleh banyak orang karena tampilannya yang jauh lebih indah dan menarik.

Ikan cupang Plakat pertama kali muncul memiliki ekor berbentuk sperti spade tail dengan tulang ekor dua cabang. Ikan cupang yang memiliki ciri-ciri tersebut biasanya disebut ikan cupang Plakat tradisional.Saat ini, ikan cupang Plakat yang sudah beredar terdiri dari empat jenis, antara lain:

Ikan Cupang Plakat Fancy

Ikan cupang Plakat Fancy merupakan salah satu jenis cupang plakat yang memiliki banyak corak warna. Corak warna yang dimiliki paling sedikit sekitar 3 corak warna yang terdapat dibagian tubuh, ekor dan sirip ikan.

Ikan Cupang Plakat Koi

Ikan cupang Plakat Koi merupakan salah satu jenis cupang plakat yang memiliki corak warna seperti ikan koi. Oleh karena itu, jenis ikan cupang ini dinamakan plakat Koi.

Ikan Cupang Plakat Giant

Ikan cupang Plakat Giant merupakan salah satu jenis cupang plakat yang memiliki ukuran paling besar diantara ikan cupang lainnya. Panjang tubuh ikan cupang Plakat Giant ini beisa mencapai 15 cm.

Ikan Cupang Plakat Halfmoon

Ikan cupang Plakat Halfmoon merupakan salah satu jenis cupang plakat yang tertua di Indonesia dibandingkan dengan ketiga jenis ikan cupang plakat lainnya.

Sejarah Ikan Cupang Plakat

Dalam perkembangannya, ikan cupang Plakat dikawinkan dengan ikan cupang Halfmoon. Hasil perkawinan tersebut menghasilkan ikan cupang Plakat yang memiliki bentuk ekor seperti Halfmoon, namun ekornya memiliki ukuran yang lebih pendek daripada ikan cupang Halfmoon. Sehingga ikan cupang jenis ini dinamakan ikan cupang Plakat Halfmoon.

Ada juga ikan cupang Plakat yang sengaja dikembangkan dengan tujuan agar ikan cupang memiliki tubuh yang besar dan menarik. Lahirlah ikan cupang Plakat yang memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan ikan cupang Plakat lainnya dan tetap memiliki ciri khas ikan cupang Plakat. Ikan cupang Plakat ini dinamakan ikan cupang Plakat Giant. Pada pertama kali, ikan ini diperkenalkan di sebuah acara pameran yaitu Jakarta International Betta Show 2007 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Ikan cupang ini dihargai dengan harga yang cukup fantastis yakni US$1000 atau setara dengan Rp10.000.000,00 pada saat ini.

Cara Merawat Anak Ikan Cupang

Anak Ikan Cupang
Setelah berhasil membiakkan ikan cupang dengan proses perkawinan seperti pada artikel sebelumnya : cara mengawinkan ikan cupang, biasanya anakan ikan cupang dipelihara oleh pejantan, namun sebisa mungkin tidak membiarkan anak cupang (burayak) dibiarkan dan diserahkan pada pejantan untuk waktu yang lama, untuk menjaga kemungkinan dimangsa atau dimakan sendiri.

Kasus indukan memakan anakan sendiri (kanibal) sudah biasa pada jenis ikan ini, terlebih dalam kondisi terpaksa, misalnya karena kurang makan atau stres sehingga induk akan menyerang anakan. Karena itu sebaiknya setelah telur menetas pejantan segera dipisahkan setelah beberapa hari, setelah sebelumnya indukan juga sudah diangkat dan ditempatkan pada wadah yang lain.

Jenis Dan Macam-macam Ikan Cupang

Untuk selanjutnya perawatan bisa dilakukan sendiri dengan memberi makan berupa jentik nyamuk atau kutu air.

Berikut ini cara memelihara dan merawat anak ikan cupang serta makanan anak ikan cupang kecil:

1. Mengangkat Pejantang dari pemijahan
Pengangkatan ini bisa dilakukan setelah 4 hari sejak telur menetas atau bisa lebih lama misalnya 2 minggu tergantung sikap pejantan dalam merawat anaknya. Biasanya penjantan yang baru saja dikawinkan dan belum berpengalaman memilihara anakannya sendiri, akan menyantap anaknya sendiri, jika tidak banyak anakan yang mati berarti pejantan bisa merawat anaknya dengan baik

2. Setelah Pejantan Diangkat
Setelah pejantan dipisahkan dari tempat pemijahan, selajutnya bisa memberi makan berupa jentik atau kutu air. Pemberian pakan ini juaga perlu hati-hati. 2 hari sejak menetas biarkan saja jangan diberi makan

3. Telur Rebus
Makanan ikan cupang yang baru berumur tiga hari bisa diberi makan berupa telur rebus ambil kuningnya saja hngga usia 8-10 hari

4. Jentik Nayamuk
Setelah usia 8 hari anakan cupang bisa diberi makan jentik nyamuk (cuk), cacing sutera atau kuti air. Bisa diberikan secara bergantian selama 4 minggu. Setelah 4 minggu bisa meberinya cacing sutera saja atau makanan yang lebih mudah didapatkan.

5. Kebersihan
Kebersihan air sangat menentukan keberhasilan saat memelihara anak cupang. Pastikan untuk selalu mengantinya 3 hari sekali. Tapi pada minggu pertama setelah telur menetas jangan diganti karena anakan masih rentan dan lemah.

6. Suhu Air
Untuk menjaga suhu air tetap stabil berikan enceng godok yang berfungsi sebagai tampat anakan berenang dan bersembunyi.  Pemberian enceng gondok dalam kolam atau aquarium pemijahan sangat penting dilakukan untuk menstabilkan perubahan suhu air dalam aquarium sekaligus sebagai peneduh bagi anakan ikan.

Langkah-langkah cara merawat anak ikan cupang yang seperti telah disebutkan diatas, jika dilakukan dengan benar akan menghasilkan anak ikan cupang sehat dengan tingkat keberhasilan 70 persen.

Jenis Makanan Ikan Cupang

Macam-Macam Jenis Makanan Ikan Cupang – Di tempat penangkaran atau pemeliharaan seperti akuarium atau kolam, kebutuhan gizi ikan cupang harus dipenuhi penangkar atau pemeliharanya. Zat gizi yang dibutuhkan ikan antara lain protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin. Salah satu zat yang harus tersedia untuk ikan cupang adu dan ikan hias adalah protein.

* Protein yang dibutuhkan minimal 45% protein.
* Lemak dibutuhkan untuk metabolisme energi dan memperbaiki struktur sel di dalam tubuhnya.
* Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi.
* Mineral terdiri dari 22 macam

– mineral utama sebanyak 7 macam yaitu:
fosfor (P), kalsium (Ca), kalium (K), natrium (Na), klorin (Cl), magnesium (Mg), sulfur (S).

– mineral tambahan sebanyak 15 macam:
besi (Fe), seng (Zn), tembaga (Cu), mangan (Mn), iodin (I), fluorin (F), kobalt (Co), molibdenum (Mo), selenium (Se), kromium (Cr), nikel (Ni), tin (Sn), silikon (Si), vanadium (V), arsen (As).

*Vitamin komponen yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Secara umum kekurangan vitamin menyebabkan turunnya nafsu makan ikan cupang, terhambat pertumbuhan, dan pudarnya warna tubuh.

ikan cupang adu yang dipertarungkan dikatakan bertubuh ideal jika tubuhnya bulat dan tidak terlalu tebal. Lebar tubuh hampir sama dengan lebar sirip perut sehingga tampak gagah.

Membentuk tubuh ideal dimulai sejak ikan cupang masih burayak. Caranya dengan mengatur pakan yang harus di konsumsi.


A. Pakan Alami
pakan ikan cupang adu – Pakan alami berarti pakan yang berasal dari alam tanpa proses lanjutan.

1. Jenis pakan alami
Kutu air (daphnia), jentik nyamuk (cuk), infusoria, cacing sutera atau cacing rambut atau cacing darah (blood woorm), dan udang renik (artemia salina).

a. Infusoria
Infusoria adalah jasad renik yang berukuran sangat kecil , hanya sekitar 0,04 – 0,1 mm dan merupakan pakan alami yang baik untuk anak ikan cupang pada awal kehidupannya.

b. Kutu air.
Kutu air biasanya diambil dari air yang tergenang. Hidupnya berkoloni , berwarna merah.

c. Jentik nyamuk.
Seperti kutu air, jentik nyamuk juga biasanya di ambil dari air yang tergenang. Baik itu selokan dan sebagainya.Untuk burayak cupang adu yang berumur 3 – 4 bulan biasanya diberikan jentik nyamuk yang halus. Pemberian jentik nyamuk sebaiknya secara teratur, agar ikan cupang tidak berkembang terlalu cepat. Pemberian pakan yang paling tepat antara pukul 07.00 -08.00 dan pukul 16.00 -17.00.

d. Cacing sutera.
Cacing sutera biasanya tidak diberikan pada ikan cupang adu hasil penangkaran. Karena cacing sutera dapat membuat ikan menjadi gemuk yang mengakibatkan sisik menjadi lunak dan mudah lepas serta gerakannya menjadi lambat. Akan tetapi cacing

B. Pakan Buatan
Sebenarnya pakan buatan tidak layak diberikan untuk burayak, anak ikan, maupun cupang adu muda. Namun pakan buatan ini dapat menjadi alternatif saat pakan alami sulit ditemukan. Biasanya hal ini terjadi pada saat musim kemarau.

Contoh pakan buatan: tubifex form. Pakan buatan ini dibuat dengan bahan cacing sutera yang di fermentasi.

Pemberian pakan ikan biasanya dilakukan 2 – 3 kali sehari dan usahakan ikan mrnghabiskan pakan dalam waktu 10 – 15 menit. Cupang adu yang di pelihara harus dibatasi naluri makan sampai kenyang. Usahakan cupang jangan terlalu kenyang. Selain itu usahakan pakan yang diberikan harus habis, karena sisa pakan akan mengotori air yang dapat menyebabkan cupang adu terjangkit penyakit,


Saturday, 20 August 2016

Banyak Cara Budidaya Pembenihan Ikan Cupang

Ikan Cupang
Ikan cupang merupakan salah satu ikan hias yang banyak di gemari baik dari kalangan anak-anak bahkan remaja dan dewasa. selain bentuknya yang kecil ikan ini juga mempunyai aneka ragam warna yang indah dan cerah.

Ikan cupang merupakan ikan daerah tropis, penyebarannya melingkupi wilayah Asia Tenggara, Pasific hingga ke Afrika. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok, banyak ditemukan di rawa, danau, dan sungai yang arusnya tenang. Ikan cupang menyukai perairan dangkal yang dinaungi tumbuhan air. Makanan ikan cupang adalah kutu air, jentik nyamuk, dan cacing serabut.

Ikan cupang sanggup hidup dalam lingkungan air yang kotor dan minim oksigen. Ikan ini bisa dipelihara dalam toples kecil sekalipun tanpa adanya aerator. Kemampuan ini didapat karena ikan cupang memiliki rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut bisa membuatnya sanggup bertahan pada lingkungan miskin oksigen.

Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.

Ciri ikan jantan untuk dipijahkan:

Umur ± 7 bulan.

Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.

Gerakannya agresif dan lincah.

Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina:

Umur telah mencapai ± 7 bulan

Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.

Gerakannya lambat.

Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.

Kondisi badan sehat.

Persiapan Pemijahan

Setelah indukan jantan dan indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Selain itu, sediakan juga tumbuhan air seperti kayambang.

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur biasanya menetas selama kurang lebih 24 jam setelah pembuahan. Berdasarkan pengalaman para peternak, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dan dalam satu kali kawin biasanya hanya dapat dipanen 30-50 ikan cupang hidup.

Indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Karena pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin yang semakin didominasi anak cupang berkelamin betina.

Langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :

Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.

Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm.

Taruh ikan cupang jantan terlebih dahulu selama kurang lebih 1 hari.

Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.

Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.

Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.

Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.

Perawatan Larva Ikan Cupang
Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.

Pindahkan anakan bersama induk jantannya.

Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.

Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.

Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.

Pakan Larva Ikan Cupang
Pakan bisa menggunakan  cacing sutra dan kuning telur yang telah direbus hingga matang, lalu ambil kuning telur itu dan bungkus dengan kain.Kain diikat rapat pada kedua ujungnya dan celupkan ke dalam bak ikan cupang Anda. Kuning telur akan menembus pori-pori kain dan dimakan oleh si cantik anak cupang.

Frekuensi pemberian pakannya harus dikontrol dengan ketat dan teliti. Sebab, kuning telur itu mudah membusuk dan beresiko meracuni air dan ikan. Beri pakan sekali dalam dua hari dengan lama pencelupan 3-5 menit.Saat pemberian pakan, jangan Anda tinggalkan. Perhatikan dengan teliti, berikan secara sedikit demi sedikit. Bila si cantik tidak tertarik, hentikan pemberian untuk sementara. Berikan lagi di lain waktu, karena si cantik biasanya butuh waktu untuk beradaptasi dengan makanan perdananya.

Friday, 19 August 2016

Budidaya ikan cupang

Budidaya Ikan Cupang
Ikan Cupang kawin
Ikan Cupang merupakan salah satu ikan hias yang mudah dipelihara. Budidaya ikan cupang tidak memerlukan tempat luas dan modal yang besar. Bisa dilakukan sebagai usaha rumahan.

Ikan cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar dari daerah tropis. Banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok. Habitatnya ada di rawa-rawa, danau, dan sungai yang arusnya tenang.

Salah satu keistimewahan ikan cupang adalah daya tahannya. Sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator. Kemampuan ini didapat karena ikan cupang memiliki rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut bisa membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen.
Jenis ikan cupang

Dilihat dari kecamata para pehobi dikenal dua macam ikan cupang, yakni cupang hias dan cupang adu. Cupang hias dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna dan gerakannya. Sedangkan cupang adu dipelihara untuk di adu. Perlu diketahui, di beberapa negara mengadu cupang termasuk tindakan ilegal.

Cupang hias dan cupang adu dibedakan berdasarkan bentuk dan sifat agresifitasnya. Untuk mengetahui lebih jauh silahkan lihat cupang hias vs cupang adu.

Masyarakat ilmiah mencatat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi ini. Namun tidak semua dari spesies tersebut populer sebagai ikan peliharaan. Spesies ikan cupang yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari kelompok splendens complex, yang terdiri dari Betta splendens, Betta stiktos, Betta mahachai, Betta smaragdina dan Betta imbellis. Serta varian hasil silangan dari spesies-spesies tersebut. Lihat juga jenis-jenis ikan cupang.

Memilih indukan ikan cupang
Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang harus disiapkan adalah mendapatkan indukan atau bibit berkualitas. Indukan yang baik sebisa mungkin berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit dan cacat bawaan. Simpan indukan jantan dan betina di tempat terpisah.

Tips membedakan cupang jantan dan betina!
Jantan: gerakannya lincah, sirip dan ekor lebar mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar. Betina: gerakannya lebih lamban, sirip dan ekor lebih pendek, warna kusam, tubuh lebih kecil.
Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan dan betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan. 

Adapun ciri-ciri indukan yang telah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut.

Untuk cupang jantan:
  • Berumur setidaknya 4-8 bulan
  • Bentuk badan panjang
  • Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif
  • Gerakannya agresif dan lincah

Untuk cupang betina:
  • Berumur setidaknya 3-4 bulan
  • Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
  • Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik
  • Gerakannya lambat

Pemijahan ikan cupang
Setelah indukan jantan dan indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti kayambang.


Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Berdasarkan pengalaman para pembudidaya, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin biasanya hanya dapat dipanen 30-50 ikan cupang hidup.

Indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Bila dipaksakan, pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana anakan ikan semakin didominasi kelamin betina.

Berikut langkah-langkah pemijahan ikan cupang:
  • Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm. Seabagai catatan gunakan air tanah atau air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan dipakai setidaknya selama satu malam. Hindari penggunaan air dalam kemasan atau air PAM yang berbau kaporit.
  • Tambahkan kedalam wadah tersebut tanaman air, sebagai tempat burayak berlindung. Tapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat. Karena tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada dalam air.
  • Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama satu hari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara. Gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi. Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tetapi dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (bekas gelas akua) dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan berada.
  • Setelah indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising.
  • Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, karena yang bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak adalah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina tidak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.
  • Setelah kurang lebih satu hari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Selama 3 hari kedepan burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
  • Setelah tiga hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina atau daphnia). Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak.
  • Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk.
  • Setelah 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.


Pakan ikan cupang
Pakan favorit yang biasa diberikan pada ikan cupang adalah kutu air , cacing sutera dan larva nyamuk. Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit.

Kutu air bisa didapatkan di selokan-selokan yang tergenang, atau membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita bisa membudidayakan kutu air sendiri. Silahkan lihat cara budidaya kutu air daphnia dan moina.

Perawatan ikan cupang
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, ikan cupang relatif tahan banting. Bisa dipelihara dalam akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan terhadap kondisi air yang minim oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi dan filter pembersih. Agar ikan bisa berkembang sempurna dan selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes.

Tidak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang telah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih bila ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tidak mulus dan warnanya kurang keluar.

Khusus untuk ikan cupang aduan, kita bisa memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasarkan beberapa pengalaman, agar ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tidak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.

Gantilah air yang terdapat dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran dan sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut bisa menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ikan karena pencemaran air.

E-mail Newsletter

Sign up now to receive breaking news and to hear what's new with us.

Recent Articles

© 2014 Student Betta fish. WP themonic converted by Bloggertheme9. Powered by Blogger.
TOP